Make your own free website on Tripod.com
 

  SEJARAH...

Dulunya saya adalah seorang karyawan sebuah perusahaan elektronik. Sudah hampir 8 tahun saya terbuai dengan kenikmatan bekerja di perusahaan. Memang enak sekali disana, tiap tanggal muda terima gaji, bila sakit ada yang mbayarin, transport ditanggung, dll. Tapi entah mengapa saya mulai bosan dengan kenyamanan tersebut. Akhirnya dengan modal pas-pasan, baik materiil maupun pengalaman  dan dengan berbekal sebuah mimpi ingin menciptakan alat elektronik untuk dijual akhirnya saya memberanikan diri untuk keluar. Saya memang bukan seorang ahli elektronika tapi saya menyukainya, dan dengan belajar sendiri tentang elektronika digital akhirnya sedikit demi sedikit saya menguasai microcontroller. Dalam angan saya, dengan microcontroller semua pekerjaan manusia bisa dibantu olehnya. Akhirnya saya mulai melakukan percobaan terhadap ide-ide saya, diantaranya adalah membuat alarm sepeda motor. 

Sebenarnya research alarm sepeda motor saya ini sudah lebih dari 4 tahun pengembangannya, yaitu mulai tahun 2004 dan waktu itu saya masih kerja diperusahaan. Banyak waktu saya habiskan untuk memikirkan design alarm ini, sampai-sampai pekerjaan utama saya di perusahaan terbengkalai. Tidak jarang saya mendapat teguran  hingga warning letter dari atasan karena tidak focus pada kerjaan. Setelah saya benar-benar fokus ke pembuatan alarm motor, ternyata tidak semulus yang diharapkan. Masalah demi masalah muncul. Mulai dari alarm sering error hingga ratusan product saya yang dikembalikan karena dianggap gagal. Alhamdulillah saya tidak berhenti begitu saja. Dengan modal yang pas-pasan saya coba bangkit lagi dengan design yang berbeda dan tentunya program micro saya perbaiki. Setelah melalui test di beberapa motor ternyata hasilnya cukup memuaskan dan berani launching lagi dengan tim pemasaran yang berbeda. Namun ternyata jalan berkerikil belum habis. Masih ada komplain dari kustomer tentang alarm error. Dan tentu product saya dikembalikan lagi. Sudah berjuta-juta uang saya invest-kan untuk ini dan lenyap begitu saja. 

Ternyata uji nyali saya belum berakhir, setelah riset bertahun-tahun dan mengalami kegagalan berkali-kali, akhirnya masalah mulai ketemu, ternyata saya harus mengganti microcontroller jenis lain. Dengan penggantian microcontroller ini tentu saya harus mempelajari dari nol lagi tentang bahasa pemrogramannya. Dibutuhkan waktu 1 tahun lebih untuk mendalaminya dan akhirnya saya beranikan diri untuk bangkit lagi dengan alarm sepeda motor model baru. Tentunya saya sudah belajar dari pengalaman sebelumnya tentang masalah-masalah yang dihadapi dan bagaimana pemecahannya. Semoga alarm sepeda motor  ini akan membawa keberhasilan saya.

Saya berharap para pecinta elektronika digital tidak puas hanya mengandalkan kerja diperusahaan. Banyak para pakar elektronika  di Indonesia berpikiran bahwa ilmunya sulit untuk dikembangkan sendiri untuk usaha, berbeda dengan keahlian melukis, mengukir kayu, membuat patung, memasak, membuat kue ataupun keahlian berdagang dimana mereka bisa langsung diterapkan untuk usaha. Ilmu elektronika  hanya akan bernilai tinggi bila diterapkan diperusahaan-perusahaan. Saya mengajak para penggemar elektronika digital untuk mengubah pola pikir kita, bukankah lebih enak menjadi kepala semut dari pada ekor gajah? Saya berangan-angan seandainya ada sepuluh orang ahli elektronika di Indonesia  ini terus bersatu dan mencoba menciptakan suatu alat yang berguna bagi masyarakat dan mempunyai nilai jual dan berlabel made in Indonesia, bukankah kita bangga? coba lihat kondisi sekarang ini, hampir semua product berlabel made in China, atau made in Japan. Kapan negara kita akan maju kalau ilmu dan keahlian kita hanya diberikan begitu saja untuk orang asing..................

Jumlah pengunjung sampai saat ini :   
Design by Zuvitron Digital, Perum Taman Ciruas Permai Blok K2/10 Serang